Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

MSG Bahaya

Makanan serba instan memang tengah merajalela. Hati-hati, kalau tak pintar memilih bisa-bisa Anda terkena dampak bahaya dari Monosodium Glutamate (MSG), lho.
Zaman sekarang, sepertinya kata “praktis” mendominasi nyaris seluruh aspek kehidupan Anda. Semuanya berpangkal dari waktu yang makin lama makin berharga saja. Misalkan target Anda hari ini mengerjakan sepuluh hal di kantor. Dengan adanya layanan email dan Mobile internet, Anda bisa langsung memberikan laporan perkembangan kepada bos yang kala itu tengah berlibur di Hawaii. Dan seakan turut mengerti betapa berharganya waktu yang Anda punya, berbagai produsen makanan pun berlomba-lomba menyajikan makanan instan yang begitu praktis karena bisa langsung dimasak. Tak hanya itu, rasanya juga lezat! Ya, Anda tak perlu jadi koki profesional untuk bisa menghidangkan makanan nan lezat itu. Cukup campurkan ke semua bumbu dan dimasak dengan air panas, lalu voila! Langsung siap disantap.
Atau Anda termasuk orang yang malas memasak? Tak usah pusing-pusing, tinggal beli jadi saja di restoran atau tukang nasi goreng langganan. Gampang, kan? Memang benar, tapi kalau kebiasaan ini diteruskan Anda harus hati-hati. Karena tak sedikit dari makanan instan atau yang Anda beli jadi itu memiliki kandungan MSG yang tinggi.
Anda tentunya sudah sering mendengar tentang Monosodium Glutamate ini. Dan Cosmo juga yakin kalau Anda tahu MSG tidak bagus untuk tubuh. Nah sekarang, tahukah Anda kalau terlalu sering mengonsumsi makanan dengan MSG akan membuat indra perasa jadi “kebal”? Tak heran kenapa ketika Cosmo bertanya pada sepuluh orang tentang pendapat mereka soal makanan sehat, kalimat pertama yang diucapkan selalu, “Kalau makanan sehat itu rasanya selalu tidak enak, ya!” Yup, itu karena indra perasa Anda sudah terbiasa dikasih bumbu “palsu” yang memberikan sensasi rasa lezat. Jadi begitu diberikan bumbu alami tanpa MSG dan penyedap rasa tambahan akan terasa tak sedap di lidah.
Awal Mula
Monosodium glutamate ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1908. Sang ilmuwan penemu, Dr. Kikune Ikeda, berhasil menemukan sebuah substansi yang bisa menyedapkan rasa makanan yang didapat dari rumput laut. Pada masa itu, rumput laut merupakan bumbu yang kerap digunakan masyarakat Jepang untuk memasak. Namun jauh sebelum itu, bumbu masak yang kaya akan glutamat ini ternyata sudah digunakan untuk memasak. Misalnya saja kecap ikan yang menjadi bumbu wajib di daerah Asia Tenggara, ternyata sudah dipakai untuk melezatkan makanan oleh orang-orang Yunani dan Romawi sejak 2500 tahun yang lalu.
Lalu pada bulan April 1968, seorang pria bernama Robert Ho Man Kwok, menulis surat kepada New England Journal of Medicine, yang akhirnya memulai istilah Chinese Restaurant Syndrome (istilah yang digunakan untuk menyebut gejala yang sering ditemui kalau kebanyakan mengonsumsi makanan yang mengandung MSG). Di suratnya itu ia menulis kalau setiap ia menyantap chinese food, sekitar 15 hingga 20 menit setelahnya ia selalu saja mengalami gangguan berupa rasa kebas di bagian belakang leher, yang secara perlahan-lahan menjalar ke punggung dan kedua tangannya. Ia juga merasa lemas dan jantung berdebar kencang.
Dampak Buat Tubuh
Anda perlu tahu kalau efek yang diakibatkan oleh MSG bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Beberapa ada yang kerap mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuhnya (biasanya bibir dan lidah), hingga jantung berdebar tadi. Tapi ternyata ini baru sebagian kecil dari efek yang ditimbulkan kalau Anda mengonsumsi MSG.
1. Alzheimer
Hai-hati kalau Anda adalah penggemar makanan cepat saji yang banyak mengandung MSG, karena ternyata bisa menyebabkan alzheimer. “Ketika memeriksa otak orang yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji, kami menemukan adanya kemunduran fungsi syaraf otak yang sama dengan yang ditemukan pada otak para penderita alzheimer,” kata Ralph Roachman, Kepala The U.S. Food and Drug Administration (FDA).
2. Migren
Dr. James Braly, seorang ahli alergi di Hollywood, Florida, mengatakan kalau 90% dari kasus migren disebabkan oleh alergi makanan atau merupakan reaksi yang timbul dari ketergantungan. Nah, meskipun migren bukanlah penyakit fatal, namun kalau disertai dengan gejala lain yang tak biasa dapat mengakibatkan kejang-kejang.
3. Gangguan tidur
Kalau kerja syaraf sudah terganggu, jangan heran jika kerja hormon pun akan terusik. Akibatnya, pola tidur Anda bisa jadi tak karuan.
4. Kanker
Ah ya, kalau yang satu ini Cosmo yakin Anda pasti sudah bisa menduga. Jadi begini, DNA yang secara konstan dibombardir dengan radikal bebas, lama-kelamaan bisa memicu aktifnya sel kanker, terutama kalau Anda punya riwayat kanker. Nah, begitu sel-sel ini sudah teraktivasi, maka penyakit kanker tak bisa lagi dihindari.
5. Kebutaan
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Hiroaki University, Jepang, menemukan bahwa tikus-tikus percobaan yang kerap diberi makanan dengan kandungan MSG yang tinggi cenderung memiliki retina yang lebih tipis dan penglihatan yang tidak sempurna. Menurut para peneliti di universitas itu, MSG dapat menghancurkan reseptor pada sel-sel di retina dan menurunkan kemampuan syaraf untuk menerjemahkan sinyal yang diberikan.
Yang Bisa Membantu
Fungsinya saja untuk menyedapkan rasa, maka sudah pasti makanan yang diberi MSG rasa sedapnya pun ekstra. Lalu bagaimana sesekali Anda ingin menikmati makanan yang begitu menggoda itu? Well, sebenarnya sudah pasti Anda harus menghindari junk food karena memiliki kandungan MSG yang tinggi. “Tapi kalau sekali-sekali saja, sebelum makan junk food sebaiknya Anda mengonsumsi sayur atau buah terlebih dahulu. Buah beserta kulitnya, ya! Begitu saran Dr. Samuel Oetoro M.S. SpGK dari Semanggi Spesialis Klinik, pada dasarnya serat itu bisa mengganggu proses penyerapan bahan makanan, termasuk MSG.
Jadi kalau Anda sudah makan buah dulu sebelum mengonsumsi hotdog nan lezat itu, maka setidaknya MSG yang terserap oleh tubuh jadi bisa diminimalkan. Namun yang paling sehat memang selalu memasak sendiri. Membutuhkan effort yang sedikit lebih banyak memang, tapi demi kesehatan apa sih yang tak akan Anda lakukan? Atau kalau mau dibikin lebih menyenangkan, ketimbang berkencan di salah satu restoran mahal, lebih baik Anda ajak si dia memasak di rumah dan menikmati hasilnya berdua, lengkap dengan lilin aromaterapi dan lantunan musik dari Strauss.
Sudah sehat, romantis pula! Eit, satu lagi, jangan buru-buru senang melihat label “bebas MSG” yang terdapat pada makanan instan. Lihat dulu kandungan garam yang tercantum di daftar nutrisinya. “Kalau makanan tersebut mengandung sodium (garam) dalam kadar yang tinggi, jadinya sama saja,” kata Dr. Samuel lebih lanjut.
Perhatikan Nutrition Facts
Kalau makanan instan yang Anda beli mengandung zat-zat berikut, maka bisa dipastikan juga mengandung MSG.
* Glutamate (vetsin)
* Glutamic acid (asam glutamat)
* Calcium caseinate
* Sodium caseinate
* Yeast nutrient
* Hydrolyzed protein ( protein apa pun yang dihidrolisis)
* Gelatin
Tahukah Anda?
Yang belum Anda ketahui tentang MSG, hingga sekarang
1. Sekitar 30 hingga 40% dari Anda mengalami efek buruk yang ditimbulkan oleh MSG, namun banyak yang bahkan tidak sadar akan hal itu
2. MSG yang terdapat di dalam makanan jumlahnya dua kali lipat lebih banyak setiap sepuluh tahunnya sejak tahun 1945
3. Aspartame dan L-cysteine adalah dua zat yang juga bisa menyebabkan kerusakan seperti MSG. Namun, aspartame baru akan berbahaya untuk tubuh kalau dicampur dengan air panas yang suhunya di atas 60 derajat Celcius.
4. Glutamat natural juga terdapat di dalam sayur-sayuran dan sebenarnya juga bermanfaat untuk tubuh, tapi hanya dibutuhkan dalam dosis yang sedikit saja. Fungsinya adalah sebagai neurotransmitter, zat kimia yang berfungsi untuk melancarkan “komunikasi” di antara sel-sel otak. Namun MSG buatan manusia memiliki kadar glutamat yang jauh lebih tinggi ketimbang yang terdapat pada sayuran.
5. Selalu percaya dengan apa yang “dikatakan” tubuh Anda. Jadi kalau Anda merasa suatu gejala yang tidak biasa beberapa saat setelah mengonsumsi suatu makanan, artinya ada reaksi alergi dari tubuh Anda terhadap apa pun yang terkandung di dalam makanan itu

Bayam : Sayuran Penuh Khasiat

Sayur kesukaan tokoh kartun pelaut Popeye memang enak jika dijadikan sayur bening. Selain menghilangkan lesu, bayam yang dibuat menjadi jus bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam penyakit, mulai dari anemia sampai gangguan pencernaan.
Bayam, tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp (dalam bahasa Yunani, amaranth berarti abadi), pada mulanya dikenal sebagai tanaman hias. Namun, setelah diketahui mengandung berbagai macam zat gizi, tanaman ini lalu dipromosikan sebagai sumber pangan juga.
Kandungan gizi bayam demikian banyak. Menurut dr Seno Sastroamidjojo, dalam 100 gram bayam terkandung tenaga sebesar 21,0 kcal, air 92,9 gr, protein 2,1 gr, lemak 0,2 gr, karbohidrat 2,7 gr, serabut 0,7 gr, abu 1,4 gr, kalsium 90,0 mg, fosfor 29,0 mg, besi 3,8 mg, natrium 131,0 mg, kalium 385,0 mg, betakaroten 4080,0 ug, vitamin B1 0,08 mg, vitamin B2 0,15 mg, niacin 0,7 mg, dan vitamin C 76,7 mg. Karena kandungan nutrisinya yang tinggi inilah, bayam sering disebut sebagai “King of Vegetables” atau “Raja Sayuran“.
Kandungan asam folat dan asam oksalat membuat bayam bisa dipakai untuk membantu mengatasi berbagai macam masalah. Misalnya menurunkan kadar kolesterol, mencegah sakit gusi, mengobati eksim, asma, untuk perawatan kulit muka, kulit kepala, dan rambut. Yang paling terkenal adalah mengobati rasa lesu dan kurang bergairah sebagai tanda kurang darah.
Lebih dari itu, serat yang cukup tinggi pada bayam-lah yang membuat sayuran ini bagus untuk pencernaan kita. Dengan demikian, penyakit seperti sembelit, jantung, stroke, dan persoalan mengenai tekanan darah dan pembuluh darah bisa diatasi.
Namun, di samping bermanfaat, bayam tetap memiliki keterbatasan. Kelemahan bayam terletak pada saat proses pengolahannya. Kita tidak boleh memasak sayur bayam dengan panci aluminium. Aluminium ini bisa menyebabkan racun karena bereaksi dengan zat besi yang terkandung di dalam bayam.
Lebih dari itu, kita juga tidak boleh mengonsumsi sayur bayam kalau sayur tersebut sudah lewat dari lima jam sejak dimasak. Seperti sayuran lain, bayam juga tidak baik bila dimasak terlalu lama di atas api karena hal itu menyebabkan gizi pada bayam banyak terbuang.
Yang paling penting dan harus diperhatikan adalah mereka yang menderita asam urat dan rematik. Mereka tidak boleh mengasup sayur jenis ini karena bisa menyebabkan rasa ngilu yang berlebihan dan asam urat kambuh. Ini terjadi karena kandungan zat purin dalam bayam sangat tinggi. Purin inilah yang kemudian diubah menjadi asam urat dalam tubuh.
Berbagai Ramuan Bayam
Selain dibuat sayur bening, kita bisa menggunakan bayam untuk keperluan pengobatan. Berikut ini beberapa ramuan bayam yang diambil dari berbagai sumber, salah satunya dari buku Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Bagian 2.
Sembelit, Sakit Gusi, Tukak Lambung
Bahan :
- seikat bayam
- sesendok madu
Cara Membuat:
Cara I
Bersihkan bayam terlebih dahulu dan potonglah akarnya. Masukkan dalam juicer. Setelah itu, minumlah jus sebanyak setengah liter sehari. Lakukan selama beberapa hari.
Cara II
Setelah dicuci dan dipotong, giling bayam sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Setelah itu, peras dan saring. Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir.
Asma, Eksim Kulit
Bahan:
- lima batang bayam duri
- lima gelas air
Cara Membuat:
Potong-potonglah lima batang bayam, termasuk daun dan kembangnya. Rebus potongan itu menggunakan lima gelas air selama 7-10 menit. Air hasil rebusan tadi diminum tiga kali sehari. Untuk anak-anak, cukup diminum setengah gelas, orang dewasa satu gelas, dan bayi dua sendok makan saja.
Eksim
Bahan:
- kain halus selebar kain sapu tangan
- satu ikat bayam
Cara Membuat:
Rebus bayam sekitar seperempat jam. Setelah itu ambil bayam dan tinggalkan air rebusannya. Rendam kain dalam air rebusan bayam. Kompreslah bagian yang sakit eksim selama 20-30 menit. Lakukan sehari sekali.
Badan Lemas, Cepat Ngantuk, dan Kurang Bergairah
Bahan:
- 1 buah tomat
- 1 gelas susu nonfat
- 100 gram daun bayam
- 2 siung bawang putih
Cara Membuat:
Masukkan semua bahan ke blender, tetapi sebelumnya buang biji dan kulit ari tomat. Daun bayam diseduh dengan air panas. Bila terlalu kental, tambahkan air sedikit ke dalamnya. Minum tiga kali seminggu jus campuran itu. Bila kondisi membaik, porsi kurangi sebanyak sekali seminggu.
Perawatan Kulit Muka, Kepala, dan Rambut
Bahan:
- segenggam kunyit
- seikat daun bayam
Cara Membuat:
Cara I
Bayam dibersihkan, baru diblender. Setelah itu peras dan ambil airnya. Ambil kunyit setelah dibersihkan. Potong kecil-kecil dan masukkan ke blender. Tambahkan air secukupnya. Peras kunyit dan tinggalkan air sarinya. Campur air sari kunyit dan bayam. Tambahkan dengan sedikit air hangat. Gunakan untuk mencuci muka atau keramas.
Cara II
Masukkan seikat bayam yang sudah dibersihkan ke dalam juicer. Gunakan jus bayam untuk menggosok seluruh bagian wajah Anda di sekitar sudut mata, dahi, bibir, dan dagu. Lakukan perawatan ini selama lima menit ketika bangun pagi dan malam hari menjelang tidur. Bila perlu, bilaslah dengan air dingin.
Bronkitis, Anemia, Demam, Keputihan, Gangguan Lever
Bahan
- seikat bayam
- sesendok madu
Cara Membuat:
Masukkan bayam dalam blender dengan ditambah sedikit air matang. Peras hasil blenderan bayam dan tambahkan madu ke dalamnya. Minum sehari sekali, satu gelas.
Disengat Lebah, Ulat Bulu, Lipan
Bahan:
- segenggam bayam
Cara Membuat
Memarkan bayam dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit atau gatal. Bisa juga dilengkapi dengan membuat jus bayam dan diminum sehari sekali satu cangkir.

Biar Sehat, Makanlah Ini Tiap Hari

Filed under: Uncategorized — cha3bby @ 5:20 am
Ada berbagai jenis bahan makanan yang terbukti sehat dan menyehatkan. Terkadang kita sulit memilih mana yang harus ada dalam menu harian kita. Berikut adalah beberapa jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi setiap hari.
1. Bayam
Sayur bayam adalah jenis sayuran yang sudah akrab di lidah orang Indonesia. Selain segar, sayur favorit Popeye ini punya banyak khasiat, antara lain kaya akan omega-3 nabati dan asam folat. Omega-3 akan membantu mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan osteoporosis.
Sedangkan asam folat akan meningkatkan aliran darah ke bagian bawah dan membantu Anda terhindar dari masalah seksual akibata proses penuaan. Sementara itu kandungan lutein dalam bayam akan membantu kita melawan penyakit degenarasi makula yang menjadi penyebab kebutaan pada orang lanjut usia.
2.Yogurt
Berbagai negara dan budaya mengklaim yogurt sebagai bagian dari kreasi negara mereka. Namun, jenis bahan makanan berusia lebih dari 2000 tahun ini punya khasiat yang tak perlu diragukan lagi. Kandungan bakteri baik dalam yogurt terbukti meningkatkan sistem imun dan memberi perlindungan melawan sel kanker. Tapi tidak semua yogurt mengandung probiotik. Karena itu pastikan dalam kemasan tertulis “bakteri hidup dan aktif”.
3. Tomat
Ada dua hal yang perlu Anda ketahui tentang tomat. Pertama, buah warna merah sangat baik karena berarti kaya akan kandungan antioksidan likopen. Kedua, tomat yang sudah dimasak justru lebih baik daripada yang segar karena membuat likopen lebih mudah diserap tubuh.
Penelitian menunjukkan pola makan yang kaya akan likopen akan menjauhkan kita dari gangguan kandung kemih, penyakit paru, prostat, kanker kulit dan perut, serta mengurangi risiko terkena penyakit arteri koroner.
4. Wortel
Kebanyakan buah atau sayur berwarna merah, kuning, dan juga oranye, kaya akan kandungan karotenoid, jenis lemak larut yang berkaitan dengan penurunan risiko kanker, peradangan, asma, serta rematatik artritis. Untuk mendapatkan seluruh manfaat itu, konsumsi saja wortel karena praktis dan memiliki kandungan kalori yang rendah.
5. Oatmeal
Rasanya ini adalah jenis makanan sehat yang banyak direkomendasikan berbagai pakar kesehatan. Oatmeal kaya akan serat yang efektif mengurangi risiko penyakit jantung. Bahan pangan ini juga mengandug karbohidrat namun aman untuk penderita diabetes karena gula yang dihasilkan di lepaskan perlahan. Oatmeal juga mengandung 10 gram protein per setengah cangkir saji sehingga bisa menjadi sumber energi.

Khasiat Kacang Hijau

img
Foto: ist.
Deskripsi:
Jamak diketahui, kacang hijau (Phaseolus aureus) banyak dijadikan makanan olahan karena kandungan proteinnya yang relatif tinggi. Mengkonsumsi kacang hijau secara rutin baik bagi kesehatan. Meskipun kadar lemak rendah bagi yang kolesterolnya tinggi disarankan untuk tidak berlebihan dalam mengkonsumsi segala produk olahan kacang hijau. Alasannya, produk olahan kacang hijau sudah bercampur dengan zat lain.

Kandungan:
- protein
- lemak
- karbohidrat
- fosfor
- vitamin
- kalsium

Khasiat:
Kacang hijau dipercaya mengobati beberapa gejala danpenyakit, antara lain:
- mengobati urat betis yang menonjol pasca melahirkan
- mencegah sembelit

Sumber: disarikan dari berbagai sumber.
http://us.health.detik.com/read/2010/03/12/152439/1317241/769/herbal-kacang-hijau?ld991107763

Getah Pepaya : Obat Keseringan Kentut

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kentut memang reaksi alami tubuh, tetapi bila terlalu sering melakukannya tentu bisa memalukan. Getah atau enzim dari buah pepaya dapat membantu mengurangi kentut yang dialami seseorang karena gangguan pencernaan.

Enzim pepaya disebut dengan papain. Papain yang sering digunakan untuk membantu sistem pencernaan secara alami, terbuat dari getak putih atau getah susu yang ditemukan pada buah pepaya muda dan batang pepaya.

Ilmuwan University of Pittsburgh Medical Center menjabarkan getah pepaya yang sudah diekstrak dan dikeringkan menjadi bubuk sering digunakan untuk membantu tubuh mencerna protein dan mengobati gangguan pencernaan termasuk sering kentut.

Papain juga memiliki efek modulasi pada sistem kekebalan tubuh dan antitumor atau bersifat antikanker. Papain bersifat sama seperti enzim yang terdapat pada pankreas manusia dan berfungsi untuk mencerna dan merangsang reaksi sel.

Oleh karena itu, seperti dilansir Livestrong, Kamis (3/2/2011), enzim pepaya dapat sangat membantu bagi orang yang tidak cukup memproduksi enzim pankreas, yang menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung dan sering kentut.

Selain itu, papain juga memiliki efek menguntungkan bagi orang yang mengalami sakit kronis, alergi makanan dan penyakit autoimun.

University of Michigan Health System menuliskan orang yang menderita pankreatitis, alergi makanan,penyakit celiac, penyakit Crohn atau penyakit gastroesophageal reflux (GERD), bisa menggunakan papain untuk meringankannya.

Selain makan buah pepaya, papain atau enzim pepaya juga dapat diperoleh dengan mengekstrak getah pepaya dan mengeringkannya menjadi bubuk.

Namun pada beberapa orang tertentu, papain sering menimbulkan efek samping tertentu, seperti menyebabkan iritasi mulut, alergi, peradangan perut, kerongkongan atau usus.

Papain juga dapat berinteraksi negatif terhadap obat-obatan tertentu dan menimbulkan risiko kesehatan yang lebih serius bagi sebagian orang. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan papain bila Anda memiliki alergi atau sedang minum obat-obatan tertentu.

Biasanya orang yang tidak menggunakan getah pepaya yang sudah diekstrak akan mengambil getah yang ada di daun pepaya. Caranya dengan merebus dauh pepaya sehingga getahnya bisa ikut keluar dan rebusan airnya diminum ditambah sedikit garam.



http://us.health.detik.com/read/2011/02/03/083744/1559568/766/getah-pepaya-bagus-untuk-orang-yang-sering-kentut?l991101755